Rabu

0 komentar
MUI: Kafe Jadi Tempat untuk Mabuk
Selasa, 14 Desember 2010 | 19:19 WIB
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi
TERKAIT:
DUMAI, KOMPAS.com — Berdasarkan hasil pantauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Dumai, Provinsi Riau, banyak kafe di daerahnya yang selama ini digunakan sebagai tempat mabuk-mabukan.
Pengunjung kafe yang terlibat aksi mabuk-mabukan setelah meneguk minuman keras itu tidak hanya kaum pria, tetapi juga tidak sedikit wanita dewasa.
Ketua MUI Dumai Rozai Akbar, Selasa (14/12/2010), mengatakan, ia sangat menyayangkan munculnya hal tersebut mengingat Dumai merupakan kota dengan mayoritas penduduk Muslim yang memiliki adat istiadat beradab.
Keberadaan kafe, seperti Viva Kafe di Jalan Ombak dan Kafe Bintang di Jalan Sukajadi yang kerap dijadikan ajang mabuk-mabukan bagi kaum pria dan wanita dewasa, menurut Rozai, sudah di luar batas. Oleh karena itu, sepatutnya mereka diberikan peringatan tegas oleh pemerintah setempat.
"Jika ini dibiarkan tanpa ada tindakan tegas pemerintah, maka dikhawatirkan Dumai akan menjadi kota yang penuh dengan maksiat dan kejahatan karena kedua tindak pidana ini biasanya dimulai dengan kondisi seorang pelaku yang tidak normal alias mabuk," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Dumai Hendri mengakui, di daerahnya kini cukup banyak kafe yang menyalahi aturan perizinan.
"Untuk itu, dalam waktu dekat, kami akan melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Dumai guna dilakukan penertiban," katanya.
Pada penertiban nanti, sejumlah pelaku usaha yang terbukti menyalahgunakan perizinan akan mendapat sanksi, mulai dari harus membayar denda hingga pencabutan izin usaha.
"Mudah-mudahan tidak ada halangan. Penertiban ini akan kami lakukan setelah ditetapkannya peraturan daerah tentang itu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dumai," ucapnya.

0 komentar: