Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah tengah serius membahas pengadaan anggaran untuk menyelamatkan nasib ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini tinggal di bawah jembatan Kandara, Jeddah.
"Kalau hanya mengandalkan dana yang ada di BNP2TKI, Kementrian Luar Negeri, Kemenakertrans atau Depsos tidak akan mencukupi untuk membiayai kehidupan mereka selama berada di Jeddah," ujar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonsia (BNP2TKI), Moh Jumhur, di kantornya, Rabu (8/12).
Menurutnya anggaran itu kini sedang dibahas secara serius oleh pemerintah dan intra departemen . Rencananya dana itu akan dialokasikan untuk makan dan menyewa tempat penampungan TKI/WNI. Sebagai gambaran Untuk waktu tiga bulan, diperkirakan kebutuhan itu mencapai Rp120-130 miliar. Pembahasan anggara ini berkaitan dengan nota yang dikirimkan pemerintah arab saudi kepada pemerintah Indonesia terkait keluhan besarnya biaya pemulangan TKI/WNI itu tersebut.
Dijelaskan oleh Jumhur, banyak diantara para penghuni di bawah jembatan Kandara awalnya adalah warga Indonesia yang melakukan umroh. Sayangnya, begitu selesai umroh, mereka bukannya pulang melainkan tinggal di bawah Jembatan Kandara, dengan harapan bisa mendapatkan kerja di sana. Ratusan TKI dan WNI masih menghuni jembatan Kandara di Jeddah, hingga kini pihak KJRI Jeddah ataupun KBRI Riyadh tidak pernah mendata keberadaan mereka. (ARI)
disalin ulang (chahmbelink)










0 komentar:
Posting Komentar