Selasa

Dua WNI Tewas Bersama Tenggelamnya Kapal 'Number 1 In Sung' di Kutub Selatan

0 komentar

Dua WNI Tewas Bersama Tenggelamnya Kapal 'Number 1 In Sung' di Kutub Selatan

WELLINGTON,RIMANEWS – Kapal penangkap ikan berbendera Korea Selatan (Korsel),Number 1 In Sung,karam di perairan Antartika kemarin pagi. Lima orang dilaporkan tewas,dua di antaranya warga negara Indonesia (WNI).
Sebanyak 20 penumpang berhasil diselamatkan dalam tragedi itu,sementara 17 orang lainnya belum ditemukan. Upaya pencarian dan penyelamatan oleh tim Marinir Selandia Baru terus dilakukan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kusuma Habir menyatakan, 11 WNI berada dalam kapal tersebut. Selain dua orang yang dipastikan tewas, lima orang belum ditemukan dan empat lainnya terselamatkan.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul (Korsel). Hingga kini Kemlu baru bisa memantau serta berkonsentrasi untuk menangani yang selamat,” ungkap Kusuma ketika dihubungi harian Seputar Indonesia (SINDO) kemarin. Kusuma menambahkan, pemerintah belum bisa memastikan pemulangan jenazah dua WNI tersebut. “Rencana pemulangan tentu ada. Namun, kami belum dapat memastikan kapan tepatnya.
Kami harus berkoordinasi dengan otoritas setempat,” kata dia. Koordinasi tidak cuma dilakukan dengan KBRI di Seoul dan Wellington, serta Pemerintah Selandia Baru.Kemlu juga melakukan koordinasi dengan perusahaan kapal Number 1 In Sung di Busan,Korsel. Sementara itu dilaporkan, 20 korban selamat telah dipindahkan ke kapal penangkap ikan lain, No 707 Hongjin. Selain awak asal Indonesia,kapal Number 1 In Sung juga mengangkut warga negara Korsel, China, Filipina,Vietnam, dan Rusia.
Kapal seberat 614 ton yang diawaki 42 orang itu karam sekitar pukul 6.30 waktu Selandia Baru. Menurut keterangan Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim Selandia Baru,kapal tenggelam sekitar 1000 mil sebelah utara McMurdo atau 2250 kilometer selatan Selandia Baru. Lokasi karamnya kapal masuk dalam area pencarian dan penyelamatan Selandia Baru. Hingga kini tim penyelamat belum dapat memastikan penyebab tenggelamnya kapal nahas tersebut.
Tim penyelamat mengungkapkan, cuaca sedang baik ketika kapal melintas di sekitar lokasi kejadian.Selain itu,petugas juga tidak mendapat laporan SOS apa pun menjelang insiden. Menurut pengawas tim penyelamat, Dave Wilson, sedikit kemungkinan mereka yang hilang bisa bertahan. Berdasar temperatur air saat peristiwa terjadi,waktu bertahan di atas air hanya sekitar 10 menit. “Saat itu temperatur air hanya 2 derajat Celcius,” kata Wilson.
Dia menambahkan,kondisi itu berlaku saat seseorang tidak dilengkapi dengan jaket pelindung atau pakaian tahan air. “Besar kemungkinan bahwa tidak ada lagi korban selamat yang nanti ditemukan,” analisisnya. Menyadari tidak bisa mencapai lokasi dalam waktu singkat,tim penyelamat lebih dulu meminta beberapa kapal di sekitar tenggelamnya kapal Number 1 In Sung untuk mengevakuasi korban. Mereka adalah dua kapal Selandia Baru dan tiga lainnya berbendera Korea Selatan.
Penyelamatan tidak cuma diupayakan dari laut.Menurut Juru Bicara Maritim Selandia Baru,ada satu helikopter yang ikut menyisir area. Selain itu, sebuah pesawat militer Selandia Baru dilaporkan bakal diterjunkan ke lokasi. Namun, pesawat sepertinya baru akan datang sedikit lebih lama, mengingat perjalanan memakan waktu delapan jam. Sebelum tragedi tenggelamnya kapal di Antartika,kecelakaan laut juga terjadi di India.
Tepatnya 1 November lalu,saat sebuah kapal feri yang mengangkut peziarah muslim terbalik dan akhirnya tenggelam di Sungai Muriganga,India. Sebanyak 35 orang tewas dan 60 lainnya berhasil diselamatkan nelayan setempat.Kecelakaan itu diduga mengangkut penumpang melebihi kapasitas. India beberapa kali dilanda kecelakaan laut. Dua bulan sebelum kecelakaan di Sungai Muriganga, sebuah kapal tenggelam dan menewaskan 20 penumpangnya(Juf/SI)

0 komentar: